Showing posts with label Namanya Juga Anak-Anak. Show all posts
Showing posts with label Namanya Juga Anak-Anak. Show all posts

Saturday, March 10, 2012

Kopdar dengan Adek Sedja

Mama Sedja dan adek Sedja tidak ikut kopdar dan berkunjung ke panti asuhan hari itu karena mereka membonceng motor yang dikendarai papa Sedja. Sementara sepanjang hari itu hujan selalu saja mewarnai kota Makassar, hanya sesekali berhenti.

Tetapi mama Sedja bela-belain datang sore hari, saat hampir semua teman mama sudah pulang. Athifah pun bercengkrama dengan adek Sedja. Ia memperhatikan adek Sedja yang matanya berbinar-binar memperhatikan suasana baru di rumah, juga bermain HP kakak di dekat adek Sedja. Adek Sedja pun memperhatikannya bermain game dengan antusias.

Bukan Athifah namanya akalau tak mengajak mengobrol walau hanya sebentar.

Ia bertanya kepada mama Sedja, “Siapa namanya?”
Mama Sedja menjawab, “Sedja.”
“Siapa nama kakaknya” tanyanya lagi.
Mama Sedja tertawa.
Obrolan ini berdasarkan cerita mama Sedja J

Lalu saat papa Sedja datang menjemput Sedja dan mamanya. Ia bertanya, “Itu siapa?”
Mama menjawab, “Papa Sedja.”
“Siapa namanya?”
“Tanya sendiri sama orangnya.”

Tapi ia malu-malu bertanya pada papa Sedja, siapa gerangan nama papa Sedja.
Entah apalagi yang dibincangkannya dengan Sedja dan mamanya. Hanya itu yang sempat terekam oleh mama.

Terimakasih ya adek Sedja sudah mampir di rumah ... ^__^

Makassar, 11 Maret 2012

Lagi-Lagi Tentang Menikah

Athifah : Ma, Afyad gagah sekali. Rasanya saya jatuh cinta sama Afyad. Rasanya saya mau menikah dengan Afyad.
Mama  : Eh, tidak boleh. Tidak boleh menikah dengan adik sendiri.

***

Athifah : Kenapa Mama bilang kakak Affiq masih kecil, kakak Affiq kan sudah besar?
Mama  : Belum, Nak. Kakak Affiq masih anak-anak. Yang sudah besar itu kalau sudah dewasa. Kakak Affiq kan belum dewasa?
Athifah : Kalau saya dewasa, kakak Affiq juga dewasa?
Mama  : Iya

Athifah : Sudah bisa menikah?
Mama  : Iya, kalau Affiq dan Athifah sudah dewasa, sudah boleh menikah.
Athifah : Bukan begitu, Saya boleh menikah dengan kakak Affiq?
Mama  : Tidak boleh, orang tak boleh menikah dengan kakaknya sendiri (tergelak)

***

Oma   : Athifah, cepat habiskan makanannya. Supaya cepat besar.
Athifah: Dihabiskan supaya cepat besar, Oma?
Oma   : Iya
Athifah: Supaya bisa menikah?

Makassar, 11 Maret 2012

Tentang menikah sudah beberapa kali dibahas di tulisan-tulisan berikut:

Entah kapan rasa ingin tahunya tentang menikah akan terpuaskan ... J

Tuesday, March 6, 2012

Keceriwisannya Hari Itu

Setiap hari, ada saja ucapan-ucapan Athifah yang membuat mama tergelak juga tercenung berkali-kali.
Kemarin, saat papa membawa Afyad berjalan-jalan di sekitar rumah tanpa sepengetahuannya, ia protes.
Katanya, "Mama ... Papa pamer jalan-jalan sama Afyad."

Kata 'pamer' ini dipakai misalnya saat Affiq pulang dari sekolah dengan membawa makanan atau mainan baru yang belum pernah dicicipi atau dilihatnya. Dan yang dibawa Affiq hanya satu, ia tidak bisa atau tidak mau berbagi dengan adiknya.

Hampir pasti mereka ribut. Kalau sudah begitu, mama mengatakan pada Affiq, "Lain kali jangan pamer sama adikmu kalau tidak bisa dibagi!"



Maka kata 'pamer' pun menjadi bagian dari kosa kata Athifah.
Saat dilihatnya Afyad minum susu dan ia kepingin juga, ia mengatakan kepada mama, "Mama, Afyad pamer minum susu." Ini bentuk tidak langsung dari: "Mama, Saya minta susu."

Saat papa hendak keluar, Afyad merengek. Athifah berseru kepada papa, "Papa, Afyad sudah mulai kecewa sama Papa!"

Ia marah saat dari ruang makan mama meminta kakak Affiq mengambilkan sesuatu di kamar. Maunya, ia yang dimintai tolong. Sampai-sampai ia berkata, "Mama jahat!" Mama memarahinya. Tak lama kemudian ia menyesali perkataannya. Ia berkata, "Maafkan Saya ya Ma karena sudah bilang Mama jahat," ini dikatakannya dua kali. Padahal sebelumnya mama sudah mengatakan, "Iya."

Ketika papa beranjak hendak pergi, Athifah mengucapkan, "I love you Papa, hati-hati di jalan," seperti hari-hari lain.

Lalu saat mama sedang sibuk mengetik dan posting tulisan Memimpikan Jadi Blogger Seumur Hidup di blog untuk diikutkan lombanya pakdhe Cholik, Athifah protes karena bete menunggu giliran main komputer. Ia berkata, "Mama, kenapa lama sekali? Saya sudah mau pingsan ini ..."

Kemudian saat mama menyuapinya makan siang, ia mengeluh tangannya sakit. Mama berkata, "Itu kalau terlalu banyak main HP dan komputer." Athifah bertanya, "Kenapa bisa?" Mama menjelaskan, itu karena tangannya bergerak berulang-ulang saat memegang mouse dan memencet tombol HP. Athifah kemudian berujar, "Memang, di pikiranku hanya main saja"

Mama bertanya, "Kenapa di pikirannya Athifah hanya main saja?"
Ia menjawab, "Saya kan masih kecil. Kalau kakak Affiq, di pikirannya tidak boleh hanya main saja. Dia juga harus berpikir mengerjakan PR."

Saat mau tidur, ia berpesan kepada mama, "Lain kali kalau Saya mau tidur, Mama jangan ribut ya?" Mama hanya mengangguk pasrah sambil berkata, "Iya." Ini peringatan kesekian yang disampaikan Athifah. Sudah malam, mama tak ingin berdebat.

Makassar, 7 Maret 2012
Menggemaskan ....

Wednesday, February 29, 2012

'Bonggulo'

Mama senang sekali menggoda Afyad dengan ucapan, "Bonggulooo."
Bonggulo itu istilah dalam bahasa Gorontalo (oma - mamanya mama berasal dari Gorontalo, sebuah provinsi di utara Sulawesi), untuk 'jidat lebar'.
Afyad makin kelihatan berkilat jidatnya makanya mama suka gemas.
Athifah berkata, "Saya sayang Afyad, Mama. Afyad gagah dan bonggulo."
Mama berujar, "Iya, seperti Athifah. Athifah juga bonggulo."
Athifah bertanya, "Kakak Affiq juga?"
Mama menjawab, "Iya, kakak Affiq juga bonggulo."
"Papa juga?"
"Iya"
"Mama juga?"
"Iya" - meski enggan, mama mengaku juga.
"Semua orang bonggulo?"
"Tidak semua."
"Kita ji?" - dalam dialek Makassar, itu berarti 'hanya kita'.
Mama tertawa, ia geli membayangkan dari semua orang di dunia ini hanya mereka berlima yang berdahi lebar.
Makassar, 29 Februari 2012
Yang bonggulo, ayo ngacung, temani kelima orang ini ... :D

Saturday, February 25, 2012

Salah Tulis

Athifah lagi mau belajar menulis.
Ia meminta mama menuliskan huruf-huruf a hingga z lalu A hingga Z baris demi baris lalu ia menuliskannya di bawah tulisan mama.

Mama menulis di baris atas, Athifah di baris bawahnya
Setelah itu, ia menuliskan sendiri angka-angka.
"Saya bisa sendiri," katanya yakin.

Tulisan tangan Athifah ^__^
Awalnya ia menulis angka 7 secara terbalik. Mama mengoreksi, "Terbalik, Nak."
Athifah menyadari kekeliruannya.
Ia mengatakan, "Maaf ... maaf ya Ma ... " Lalu ia bersegera memperbaiki tulisannya, ditulisnya di bawah angka 10.
Mama tertawa, "Tidak perlu minta maaf, Nak."
Makassar, 26 Februari 2012
Mungkin dipikirnya, kesalahan yang seperti ini juga perlu meminta maaf jika melakukannya ya ... :)

Friday, February 24, 2012

Diputar Tiap Hari

Athifah : Mama, kenapa Sponge Bob diputar tiap hari?
Mama  : Tidak tahu juga, kenapa diputar tiap hari.
Athifah : Apa karena itu film?
Mama  : Iya
Iyah sajalah, masak jawab 'tidak tahu' lagi?
Athifah : Rudi Tabuti juga?
Mama  : Iya.
Makassar, 24 Februari 2012
Jangan tertawakan kenaifan mama ya ... mama tak selamanya tahu !

Wednesday, February 22, 2012

Impas

Athifah : Maafkan Saya ya Mama, sudah marah-marah sama Mama tadi.
Mama  : Oiya, tidak apa-apa.
Athifah : Mama juga harus minta maaf sama Saya karena sudah marah-marah sama saya tadi.
Mama  : Maaf ya, sudah marah sama Athifah tadi
Athifah : Tidak apa-apa. Lain kali jangan diulangi lagi ya.
Makassar, 22 Februari 2012
Impas ...

Prosesi Minta Maaf ala Dirinya

Saat mama memandikan Athifah, tak sengaja kuku mama mengenai kulitnya.
Athifah meringis.
"Maaf," kata mama.
"Tidak apa-apa," kata Athifah.
Mama diam.
Athifah mengulangi lagi, "Tidak apa-apa."
Ia menatap mama.
Mama baru sadar, Athifah mengharapkan sebuah pernyataan dari mama.
Maka mama mengatakan, "Terimakasih ya."
Athifah tersenyum manis dan berkata, "Lain kali jangan diulangi lagi ya..."
Makassar, 22 Februari 2012
Lain kali, kalau sudah minta maaf, harus bilang 'terimakasih' ya mama .. :)

Tuesday, February 21, 2012

Mau Lihat Gerhana Bulan

Beberapa waktu yang lalu, Affiq pulang sekolah dengan membawa info yang sedang hangat bahwa akan ada gerhana bulan. Katanya ia pingin melihatnya juga.

Tak lama kemudian masuk waktu shalat. Mama pun menyuruhnya shalat.
Athifah tak mau ketinggalan. Ia berkata, "Yang cepat pergi shalat boleh lihat gerhana bulan."
(maksudnya: yang segera menunaikan shalat boleh melihat gerhana bulan).

Makassar, 22 Februari 2012

Ck ck ck .. ini pasti meniru mamanya. Ia pasti sering melihat mamanya mengancam. Makanya tontonan gerhana bulan pun dijadikannya ancaman ... 

Tidak Sadar

Suatu pagi, seperti pagi-pagi yang lain.
Seperti juga siang-siang dan malam-malam yang lain.
Athifah senang 'mencari' anggota rumah.
"Oma ... Oma ... Oma," ucapnya.
Ia menyapa oma, hanya untuk menyapa saja.
Ketika menemukan oma setelah sekian lama mencari, Athifah berkata, "Oma ... Saya panggil-panggil kenapa Oma tidak sadar-sadar?"
Makassar, 22 Februari 2012

Tingginya ...

Athifah : Mama, berapa beratnya mama?
Aduh, mama saat ini sebenarnya tidak suka ditanya tentang berat badan. Sudah lama tidak nimbang soalnya. Tidak nimbang pun ada alasannya: karena rasa-rasanya koq badan semakin melar ya hahaha.
Mama  : Mmmh ... lima puluhan kilogram
Lebih kurang - eh lebih lebihnya sih di atas-atasnya segitu ... (apa maksudnya yak?)


Athifah : Tingginya Mama ...
Sambil menatap mama dengan tatapan kagum
Makassar, 22 Februari 2012
Yang tepat "Beratnya Mama," Nak, bukan "Tingginya Mama" ... hehehe

Sunday, February 19, 2012

Coba Baca!

Athifah menempel mainan hurufnya di white board lalu terjadilah percakapan ini:



Athifah : Mama, coba baca!
Mama  : P G Q D Z R N C K 6 9 3 2 0
Athifah : Coba baca hurufnya saja!
Mama  : 6 9 3 2 0
Athifah : Bukan. Hurufnya saja!
Mama  : Oh ... maaf. P G Q D Z R N C K
Athifah : Apa artinya itu, Mama?
Mama  : Wah, mana Mama tahu? Kan Athifah yang susun. Berarti Athifah yang tahu artinya toh?
Makassar, 20 Februari 2012
Dia mau menciptakan istilah sendiri ...

Friday, February 17, 2012

Engkau Atau Mama yang Akan Melakukan Sesuatu Terhadapnya?

Affiq pulang sekolah pada suatu hari dengan membawa keempat benda ini:



Masih ingat kan benda-benda apa gerangan ini?
Benar, ini correction pen tapi yang ini sudah tak ada isinya, kosong. Hanya sisa bola kecil di dalamnya.
Entah untuk apa Affiq membawanya pulang.
Sampai sekarang ia masih saja tertarik untuk membawa/membeli barang-barang yang menurutnya unik dan menarik meskipun itu barang bekas.

Entah untuk apa.
Mungkin ia punya rencana terhadap benda itu.
Tetapi sudah sekitar dua minggu benda-benda itu masih ada.
Mama masih menunggu hendak ia apakan benda-benda itu sebelum nanti mama yang melakukan sesuatu atasnya.

Mungkin ia seperti papa.
Papa suka punya rencana terhadap sesuatu.
Kalau ada barang unik dan menarik yang disimpan oleh papa dan mama kurang berkenan, mama pun menanyakannya, "Untuk apa sih disimpan?"
Maka papa menjawab, "Ada sesuatu yang mau Saya buat."
Walau kadang-kadang hingga berbulan-bulan pun papa tidak melakukan apa-apa terhadap barang itu.
Karena sehari-harinya pun sebenarnya banyak hal yang lebih urgent yang butuh diselesaikan terlebih dulu.
Dan sayangnya hal-hal urgent itu tak pernah habis.

Tunggulah papa, jika barang-barang itu tidak juga papa berhasil melakukan sesuatu atasnya, maka mama akan bertindak ... melakukan sesuatu atasnya.

Makassar, 17 Februari 2012

Thursday, February 16, 2012

Edisi 'Mama Irit Ngomong'

Saat papa dan Affiq  keluar rumah dengan mengendarai motor, seperti biasa Athifah mengiringi mereka dengan ucapan, "I love you Papa, hati-hati di jalan."
Aih, kakak Affiq koq tidak diucapkan 'I love You', Athifah? he he he.
Lalu terjadilah percakapan ini:
Athifah : Mama, kenapa Papa tidak pakai sandal?
Oya, papa keluar pakai sepatu.
Mama  : Iya
Athifah : Karena papa  mau kerja?
Mama  : Iya
Athifah : Supaya dapat uang?
Mama  : Iya
Athifah : Untuk beli yang mahal?
Mama  : Iya
Athifah : Untuk beli yang murah juga?
Mama  : Iya
Athifah : Kenapa Mama tahu?
Mama  : Iya
Athifah : Mama dulu belajar di sekolah?
Mama  : Iya
...
Makassar, 17 Februari 2012
Ia koq tidak protes ya dijawab seperti itu ? He he he

Tiga Pertanyaan Saat Baru Bangun

Athifah masih menggeliat malas. Ia baru saja bangun.
Namun saat melihat mama, mulutnya terbuka dan ia pun bersuara, "Ma, apa itu gaji?"
Anak ini, baru bangun pun bertanya dulu yang ia kerjakan ... ck ck ck
Mama menjawab, "Uang yang diberikan kepada orang setiap bulannya sebagai pembayaran bekerjanya."
Ia terdiam beberapa menit.
Kemudian ia mengeluarkan suara lagi, "Kalau HP, apa itu?"
Apa hubungannya pertanyaan pertama dan pertanyaan kedua?
Mama menjawab, "Alat yang dipakai untuk berkomunikasi."
Untung saja ia tak protes jawaban seadanya ini.
Lalu ia melemparkan jurus pertanyaan ketiga, "Apa itu kaki?"
Mama menjawab, "Anggota tubuh yang dipakai untuk berjalan."
Athifah kemudian diam, tak bertanya apa-apa lagi.
Makassar, 16 Februari 2012
Syukurlah ... he he he

Friday, February 10, 2012

Perlakuan Mereka Terhadap Boneka

Affiq dan Athifah kadang-kadang memainkan boneka dengan cara mereka.
Misalnya saja :

Boneka milik Ifa - sepupu Affiq dan Athifah
Boneka ini dibebat tisu di sana-sini seperti baru mengalami kecelakaan sehingga butuh diperban di sekujur tubuhnya. Athifah kerap kali bermain dengan tisu dan membebatkannya pada boneka-boneka yang ada di dalam rumah.

Lalu boneka ini:

Boneka gaul
Boneka ini usianya sudah cukup tua, hampir seusia Affiq, hanya selisih dua atau tiga tahun.
Aslinya ia memakai jas abu-abu, lalu tangannya saling bertaut erat tak berpisah, mengesankan sikap humble.
Affiq melakukan make over dengan menggunting benang yang menautkan kedua tangannya. Lalu membuka paksa jasnya hingga jadilah ia boneka gaul model begini. Sekarang sulit untuk memakaikan kembali si jas kepada sang empunya karena ternyata telapak tangannya besar, sulit masuk ke lengan jas. Entah bagaimana caranya ia memaksa membukanya.

Makassar, 10 Februari 2012
Ini baru sedikit contoh perlakuan mereka terhadap boneka he he he.

Kapan Afyad Besar?

Athifah : Mama, kapan Afyad besar?
Mama  : Nanti
Athifah : Apa nanti, kalau ada yang di sini menikah?
Mama  : Maksudnya, kalau Athifah sudah menikah, begitu?
Athifah : Iya (sambil tersenyum manis)
Mama  : Iya, kalau Athifah sudah menikah, itu berarti Afyad sudah besar (mama tersenyum lebar)
Athifah : Siapa ya laki-laki yang saya pilih nanti jadi suami ya?
Mama terbahak-bahak.
Makassar, 10 Februari 2012
Hadoh Non, koq ujungnya tentang pernikahan lagi J

Surat yang Manis

Suatu hari, dengan wajah sumringah nan gemah-ripah, Athifah mendekati mama yang sedang asyik di komputer.
"Ma, ada surat dari Saya," katanya.

Mama membuka surat manis itu.
Isinya:


Lebih detil lagi, isinya bila di-crop sebagai berikut:

ATO (papanya mama), MAMA, PAPA
ATHIFAH, AFFIQ
Gambar abstrak
Manis kan?
^__^
Makassar, 10 Februari 2012

Ada Padi Ada Beras

Athifah : Mama, apa itu nasi?
Mama  : Makanan yang dimasak, berasal dari beras.
Athifah : Masaknya pakai air?
Mama  : Iya dong
Athifah : Kalau beras, apa itu?
Mama  : Benda yang dihasilkan dari tanaman padi.
Athifah : Dari apa?
Mama  : Padi.
Makassar, 10 Februari 2012
Huft, kirain mau nanya: apa itu padi .... 

Thursday, February 9, 2012

Tes Mencongak Buat Mama

Athifah : Mama, barapa satu tambah satu?
Mama  : Dua
Athifah : Dua tambah dua?
Mama  : Empat
Athifah : Empat tambah empat?
Mama  : Delapan
Athifah : Delapan tambah delapan?
Mama  : Enam belas
Athifah : Enam belas ditambah enam belas?
Mama  : Tiga puluh dua
Athifah : Tiga puluh dua ditambah tiga puluh dua?
Mama  : Enam puluh empat

Athifah : Enam puluh empat tambah enam puluh empat?
Mama  : Seratus dua puluh delapan
Lalu mama berhitung cepat untuk menjawab pertanyaan susulan.
Namun ... nona mungil ini menyerah begitu saja.
Ah, tidak seru ... :)


Keesokan harinya:
Athifah : Mama, satu tambah satu berapa?
Mama  : Dua
Athifah : 2 + 2?
Bosan juga menulis huruf ya hihihi
Mama  : 4
Athifah : 3 + 3?
Mama  : 6
Athifah : 4 + 4
Mama  : 8
Bola mata Athifah berputar-putar. Kelihatan ia sedang berpikir.
Athifah : 5 + 5?
Mama  : 10
Athifaf  : 6 + 6?
Mama  : 12
Athifah : 7 + 7?
Mama  : 14
Athifah : 8 + 8?
Mama  : 16
Lanjut dengan 9 + 9, 10 + 10, dan 11 + 11 yang dijawab dengan jitu oleh mama. Enteng ...
Mama : Heh sudah, ayo makan.
Mama masih menunggu pertanyaan lanjutan, mencoba uji kesabaran sampai kapankah Athifah betah bertanya? Biasanya walau  diputus sama mama ia tak mudah menyerah tetap mengejar dengan berondongan pertanyaan lain.
Athifah : Sudah ah ...
Ya nyerah ... koq sudah sih
#Eh, syukur-syukur dia berhenti he he he#
Makassar, 9 Februari 2012
Lumayan, mama waktu SD dulu jago mencongak. Masih bisa berhitung cepat :D