Saturday, October 29, 2011

Otot Betis Balita Ini Dipenuhi Paku


PAREPARE - Safira bocah 3 tahun yang sebelumnya diberitakan menderita penyakit aneh, kini telah menjalani perawatan Intesnif di Rumah Sakit Umum Andi Makasau. Tim dokter memastikan, pada betis Safira terdapat lempengan logam berupa besi menyerupai paku pada betis kiri dan kanannya oleh dokter ahli.

Hal itu terungkap setelah dokter ahli radiologi RS Andi Makasau, dr Subaedah melakukan tindakan rontgen.

"Ini kasus yang pertama saya dapatkan, biasanya saya cuma menemukan pada orang dewasa itupun hanya susut, " terang dia.
Dia menambahkan, di betis Safira, masih ada 26 benda asing yang menyerupai paku. "Saya sudah periksa dalam betis anak itu, Ada yang berukuran 1 cm, 2 cm, hingga 5 cm, dan pada betis sebelah kiri ada 19 buah dan kanan 7 buah," jelasnya.

Ketika ditanya soal penyebab adanya benda asing tersebut, Subaedah tidak bisa menjawab dari segi medis. "Penyebab benda asing ini kami tidak bisa jawab dari segi medis, karena tidak masuk diakal ini bisa terjadi, namun foto rotgen ini sudah memastikan karena beda antara tulang dan paku yang ada di betis anak tersebut," terang dia.

Subaedah menyatakan pihaknya berharap anak tersebut dioperasi secepatnya. "Sebaiknya segera diangkat paku ini, dengan cara operasi, dari foto dan analisa medis kami, besi ini menempel pada otot, untungnya pada tulang tidak ada dan Kemungkinan kecil tidak terkena pembuluh darah. Jika tidak ditangani lebih lanjut bisa mengakibatkan infeksi," pungkas dia.

Sementara itu terpisah, Pelaksana Tugas Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Andi Makassau Parepare. Dr Jamal mengatakan pihaknya sudah memfasilitasi anak tersebut. "Kita telah menjemput Safirah, dan jangan ada anggapan bahwa pasien dirumah sakit ditangani harus punya biaya, bawa dulu belakangan kita pikirkan biayanya " jelasnya.

Terpisah, ditemui di Unit Gawat Darurat ibu Safira, Sarifah Hamsiah berharap agar anaknya bisa cepat sembuh. "Saya berterima kasih kepada pemerintah karena beban saya telah dibantu, mudah-mudahan penyakit aneh anak saya segera sembuh," katanya.

______________

Meanwhile apart, Acting Regional Director General Hospital Andi Makassau Parepare. Dr Jamal said it was facilitating the child. "We've picked Safirah, and do not be assumed that patients treated in the hospital should have a cost, take it before we think about the cost later" he explained.

No comments:

Post a Comment