Friday, January 28, 2011

MINTA MAAF

             Athifah terbiasa mengucapkan kata ‘maaf’ sejak berumur 2 tahun. Saat –saat itu jika ia merasa telah melakukan suatu kesalahan, dia minta maaf, dan kami – orang dewasa dalam rumah – ‘harus’ memaafkannya ...
            Mungkin ia belajar ‘menyadari’ kesalahan karena mama suka mengingatkannya, misalnya saat ia ngambek dan marah-marah pada semua orang, mama mengatakan bahwa itu salah dan ia harus minta maaf. Mama harus mengakui dan belajar dari nona mungilnya kebesaran hati dalam mengakui kesalahan (ya ... meskipun mama yang mengajari, tetap saja ini adalah hal yang sulit, apalagi kalau harus minta maaf pada anak sendiri ... J).
            Hingga suatu ketika mama mendapati ruang  tengah dalam keadaanamburadul ‘minta ampun’. Bukannya bicara baik-baik, mama malah ngomel-ngomel pada Athifah yang diakhiri kalimat perintah, “Athifah, rapikan!”. Tak diduga nona mungil ini kemudian berkata, “Mama minta maaf dulu sama Saya karena sudah marahi Saya, habis itu baru Saya mau merapikan”. Glek. Mama menelan rasa ‘gondok’-nya, menerima pelajaran tentang berbesar hati dari guru mungilnya lalu berkata, “Iya ... Mama minta maaf, Athifah rapikan ya?”. Athifah mengangguk, “Iya”, dan merapikan barang-barangnya dengan riang.
29 Januari 2010

No comments:

Post a Comment